Home / Sejarah / 6 Hal tak terduga yang pernah ditemukan dalam gua

6 Hal tak terduga yang pernah ditemukan dalam gua

41dfecfce1764d9dcfa160de3459d14b
Gua Katedral Ra Paulette.

Mengeksplorasi gua merupakan konsep wisata yang cukup lumrah belakangan ini. Umumnya yang ditawarkan dari jenis wisata seperti ini adalah panorama yang terbentuk dari deretan batu stalaktit dan stalakmit.

Tetapi aneka wisata gua berikut ini menawarkan atraksi yang jauh berbeda. Mulai dari gereja bawah tanah, hutan lebat beserta ekosistemnya yang menakjubkan, sampai proyektor kuno dari zaman prasejarah.Kamu tidak akan pernah menduga kalau objek-objek berikut ini ada didalam gua.

Berikut ini kami tampilkan 6 hal tak terduga yang pernah ditemukan dalam gua, dilansir dari berbagai sumber.

1. Hutan lebat dengan iklim yang berbeda

73d7538ff5ad481c311e7be944a12516
Gua Er Wang Dong, China.

Gua Er Wang Dong yang ada di provinsi Chongquing, China begitu luas, sampai-sampai di dalamnya terbentuk ekosistem tersendiri yang berbeda dari lingkungan sekitarnya.

Tempat ini layaknya shangrila tersembuyi dalam film-film fiksi ilmiah. Di dalamnya kita bisa menemukan hutan dan sesemakan hijau yang rimbun. Di antaranya mengalir sungai jernih yang sangat deras. Awan tebal dan kabut pun menggantung di bagian atas gua.

Keajaiban Gua Er Wang Dong baru diketahui sekitar tahun 2012 lalu. Dilansir Daily Mail, Er Wang Dong sebenarnya adalah sistem gua bawah tanah yang terdiri dari beberapa gua berukuran besar. Sistem gua ini meliputi ruangan yang begitu luas dan terisolasi dari dunia luar, sekitar 51.000 meter persegi.

2. Gereja bawah tanah

4d8658ba70bb2cede301af9587dde650
Catedral de Sal de Zipaquira.

Siapa sangka kalau sebuah gereja bisa dibangun di dalam sebuah gua? Catedral de Sal de Zipaquira adalah sebuah gereja Katolik Roma yang berada di bawah tanah. Letaknya di dekat kota Zipaquira, Kolombia. Untuk memasukinya jemaat harus melewati gua yang dulunya adalah tambang garam.

Katedral yang terletak 200 meter di bawah permukaan tanah ini merupakan bukti kesabaran dan kegigihan para pendirinya, yaitu para penambang garam Zipaquira. Pasalnya katedral ini dibangun dengan memahat lapisan batu garam purba sedikit demi sedikit.

Dilaporkan Atlas Obscura, pembangunan gereja ini dimulai pada tahun 1930-an oleh para penambang. Sebagian dari arsitektur katedral telah dipahat terlebih dahulu oleh orang-orang Muisca yang sempat mendiami wilayah Zipaquira berabad-abad lalu. Pada tahun 1954 proyek pembangunan lebih lanjut dilakukan. Kali ini katedral dibuat lebih luas dan megah hingga menjadi katedral yang dipersembahkan bagi santo pelindung para penambang.

3. Disco Ayala, Kuba.

3ca232c226c600c77cdb196f3efbc9a0

Disco Ayala yang ada di Hotel Las Cuevas di Trinidad, Kuba menawarkan pesta gila-gilaan dalam sebuah gua. Tempat ini mencoba memadukan musik modern dan akrobat dengan interior yang unik.

Dilansir Listverse, gua stalaktit yang difungsikan sebagai klub malam ini bisa menampung hingga 5.000 orang. Klub disko terdiri tiga bar dan lima lantai dansa.

Legenda mengatakan bahwa gua tersebut pernah menjadi tempat persembunyian seorang pembunuh berantai Kuba terkenal, psikopat Carlos Coco’ Ayala. Konon Coco suka menculik anak-anak dan membunuh mereka di dalam gua.

4. Proyektor zaman prasejarah

86bad03c3b0bb1c3d13884ee6b3ad2c0
Petroglyph peninggalan Guanche di Kepulauan Canary.

Dalam sebuah gua di Gran Canaria, salah satu Kepulauan Canary Spanyol tersembunyi proyektor kuno yang ditinggalkan oleh penduduk prasejarah Guanches. Proyektor ini merupakan bukti atas pengetahuan astronomi manusia prasejarah. Pasalnya alat tersebut bekerja denganmemanfaatkan prinsip titik balik matahari.

Gambar di dalam gua akan berubah-ubah sesuai dengan musim. Pada bulan Maret sampai September, sinar matahari jatuh ke dinding gua dan menghasilkan gambar phallus (kejantanan pria) yang berada di atas vagina, simbol fertilitas yang umum dipakai dalam artefak kuno. Mendekati musim gugur, gambar-gambar ini berubah menjadi seorang wanita hamil. Musim berikutnya gambar janin yang terlihat di dinding gua.

“Ini seperti sebuah proyektor gambar dari sebuah budaya yang telah lenyap,” kata arkeolog Julio Cuenca seperti dikutip Listverse.

5. Karya seni raksasa yang dibuat oleh satu orang

6854cafe2696e22f4c5566a239c67c90
Gua Katedral Ra Paulette.

Gua yang dipenuhi ukiran bernilai seni ini dibuat dengan memahat tebing kapur. Pembuatnya adalah seorang seniman asal Amerika Serikat yang bernama Ra Paulette. Paulette menjalankan proyek seni yang disebutnya ‘gua katedral’ di dalam tebing kapur New Mexico. Dia mendirikan sebuah bangunan yang terdiri dari 14 struktur dengan cara ‘memahat tebing’, sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang dari zaman prasejarah.

Tak hanya menggali gua dari bukit kapur, bagian dalam gua pun dia hiasi dengan ukiran dan pahatan cantik. Yang menjadikannya luar biasa adalah fakta bahwa Paulette membangun keseluruhan gua katedral tersebut seorang diri. Paulette hanya menggunakan alat-alat pertukangan biasa untuk membangun keseluruhan struktur. Dia membutuhkan waktu 25 tahun untuk menyelesaikan proyek pembuatan gua katedral tersebut.

6. Kota bawah tanah terbesar di dunia

a93e66757ac394fa0cb3769cfae2614e
Kota bawah tanah Derinkyu.

Kapadokia adalah daerah bersejarah yang terletak di Anatolia Tengah, Provinsi Nevsehir, Turki. Wilayah ini terkenal karena lansekap yang tampak seperti permukaan bulan, kota-kota bawah tanah, serta pemukiman penduduk yang dibangun dengan memahat bukit.

Di antara sekian banyak kota bawah tanah yang ditemukan di Kapadokia, Derinkyu merupaka yang paling besar. Kota tersebut dapat menampung hingga sekitar 20.000 orang beserta hewan ternak dan bahan makanan mereka.

Derinkyu dirancang dengan sistem tata kota yang terencana. Setiap ceruk di dalam gua bawah tanah memiliki fungsi masing-masing, misalnya galeri, ruang tinggal, sekolah, ruang pertemuan, tempat ibadah, penjara, gudang senjata, sumur, serta kamar mandi. Kandang ternak diletakkan pada tingkat-tingkat teratas.

Dilansir Cappadocia Turkey, pemukiman bawah tanah memang sengaja dipilih penduduk kuno untuk melindungi diri mereka dari serangan hewan buas. Pada zaman Kristen awal, wilayah ini juga dijadikan tempat bersembunyi oleh para pemeluk agama Kristen yang diburu oleh pasukanRomawi.

Sumber: Merdeka Via BaBe

Lihat Juga

Thumbnails

ini dia 5 Pantai Menakjubkan di Sekitaran Surabaya

Sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, kekayaan alam dan budaya Surabaya sering diabaikan karena ...