Home / Berita / Cirebon Tak Miliki Tempat Kesenian

Cirebon Tak Miliki Tempat Kesenian

4ec4c2313968d5004cda77e5258429e8
KALANGAN seniman menilai Kota Cirebon harus memiliki ruang pamer seni, khususnya seni kriya (kerajinan).

Bukan hanya menampilkan karya, ruang pamer ini juga bisa difungsikan sebagai tempat wisatawan mempelajari langsung seni khas Cirebon.

Salah satu seniman Cirebon, Ade Supriyadi mengungkapkan, ketiadaan ruang pamer selama ini membuat kalangan seniman kerap kesulitan menampilkan karyanya.

“Selama ini tak ada ruang pamer bagi seniman. Tak heran mereka akhirnya usaha sendiri supaya karyanya diapresiasi, termasuk dari segi komersil,” ungkap Ade yang dikenal sebagai salah satu perupa, Jumat (6/12/2015).

Keberadaan ruang pamer karya seni lokal, menurutnya, relevan dengan tingginya tingkat kunjungan wisatawan ke Cirebon beberapa tahun terakhir.

Ruang pamer bahkan bisa difungsikan sebagai arena wisata, terutama jika dikaitkan dengan seni kriya khas Cirebon.

Dia mencontohkan seni kerajinan batik. Bukan hanya dapat dipamerkan di ruang pamer tersebut, wisatawan juga bisa mencoba membatik sendiri.

Pengalaman membatik itulah yang selayaknya bisa ‘dijual’ dan berpotensi menjadi daya tarik wisata Cirebon.

“Batik yang dibuat wisatawan tak perlu yang rumit, misalnya seukuran sapu tangan saja. Selanjutnya sapu tanganbatik yang mereka buat sendiri bisa dibawa pulang sebagai suvenir,” paparnya.

Batik sendiri merupakan salah satu seni kriya khas Cirebon yang banyak diminati wisatawan. Salah satu pelaku perhotelan di Kota Cirebon, Ronald Ticoalu mengungkapkan, rata-rata wisatawan yang datang ke Cirebon tertarik untuk berbelanja batik.

“Cirebon salah satunya dikenal dengan wisata batik. Wisatawan yang datang kebanyakan ingin belanja batik, selain menikmati kuliner khas maupun mengunjungi tempat-tempat wisatanya,” tuturnya.

Dia tak menampik adanya tren peningkatan yang signifikan atas kunjungan wisata ke Cirebon dibanding lima hingga 10 tahun ke belakang.

Peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon setidaknya dapat dilihat dari cukup tingginya okupansi hotel-hotel di Kota Cirebon.

Ronald yang merupakan Executive Director Omega Hotel Management sebagai pengelola Cordela Hotel di Kota Cirebon ini menyebutkan, rata-rata tingkat okupansi hotel mencapai 60 persen. Dalam satu minggu, okupansi tertinggi terjadi setiap weekend atau akhir pekan.

Meski begitu, tingkat okupansi hotel juga tak turun drastis saat weekday atau hari kerja. Kondisi itu dipandangnya tak lepas dari sejumlah proyek nasional, khususnya infrastruktur, yang dilaksanakan di Wilayah Cirebon seperti Tol Cikampek menuju Palimanan (Cipali) maupun rencana bandara internasional di Kabupaten Majalengka.

“Dengan kemudahan akses itu, tak ada kesulitan bagi wisatawan luar kota untuk datang ke Cirebon,” tukasnya

(jjs)
Sumber: Okezone – Travel Via BaBe

Lihat Juga

Thumbnails

Keindahan, Sejarah, dan Keagungannya Pura Ulun Danu Beratan Bali

Keindahan, Sejarah, dan Keagungannya Pura Ulun Danu Beratan Bali selain dikenal dengan sebutan syurga dunia ...