Home / Animal / Elang Flores yang Terus Terancam Punah

Elang Flores yang Terus Terancam Punah

Photo from ARKive of the Flores hawk-eagle (Spizaetus floris) - http://www.arkive.org/flores-hawk-eagle/spizaetus-floris/image-G135581.html
Photo from ARKive of the Flores hawk-eagle (Spizaetus floris)

Tanah Air kita begitu sangat kaya yang luar biasa, Bentang alam dan hutannya, merupakan rumah bagi berbagai jenis burung di tanah air. Salah satunya adalah dari jenis pemangsa atau raptor. Sekitar 71 jenis raptor bisa ditemukan di tanah air, dan 10 spesies diantaranya adalah raptor endemik, salah satunya adalah Elang Flores. Dari sekitar 71 jenis burung pemangsa yang ada di Indonesia, hanya dua jenis yang masuk dalam kategori terancam punah atau endangered, menurut Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature), yaitu Elang Jawa dan Elang Flores.

Lihat Juga: Elang Jawa – Sosok Sang Garuda yang Kian Terancam Punah

Ribuan jenis burung di Indonesia, kini terus terancam seiring dengan hilangnya habitat mereka akibat ekspansi industri yang menggerus hutan tropis Indonesia. Salah satu spesies yang kini mengalami ancaman serius adalah Elang Flores.

Elang flores (Nisaetus floris) merupakan jenis elang berukuran besar, sekitar 71-82 cm, yang turut memperkaya keragaman burung di tanah air. Meskipun namanya Elang Flores, burung ini dapat dijumpai juga di Pulau Lombok, Sumbawa, serta pulau kecil Satonda dan Rinca, selain tentu saja di Pulau Flores, Nusa Tenggara.

Seperti jenis burung pemangsa lain, Elang yang tubuh bagian bawahnya berwarna putih ini menyukai hutan dataran rendah dan submontana hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Teknik memangsanya yang mudah terlihat adalah berburu dari tenggeran dan terbang mengangkasa memanfaatkan aliran udara panas (thermal soaring).

Berawal di tahun 2004, serangkaian telaah genetika, morfologi dan survei lapangan dilakukan guna mengevaluasi beberapa anak jenis Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) yang tersebar luas. Mulai dari India dan sekitarnya, Sri Lanka, Kepulauan Andaman, Filipina, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Hasilnya, anak jenis yang terdapat di Nusa Tenggara, tepatnya kawasan Flores dan sekitarnya (Nisaetus cirrhatus floris) ini memiliki perbedaan karakter morfologi dan ditetapkan sebagai jenis tersendiri yaitu elang flores (Nisaetus floris). Dunia pun mengakui, elang flores sebagai jenis tersendiri yang hanya terdapat di wilayah Nusa Tenggara.

Sejak ditetapkan sebagai jenis  tersendiri, status konservasi elang flores mengalami peningkatan signifikan. Persebarannya yang hanya terbatas di kawasan hutan di Nusa Tenggara sangat dipengaruhi oleh luas tutupan hutannya. Selain itu penangkapan dan perdagangan ilegal memperparah kondisi populasinya di alam.

Jumlah individu dewasa di seluruh persebarannya diperkirakan sekitar 100 pasang dengan daerah jelajah sekitar 10.000 kilometer persegi. Kecenderungan populasinya yang terus menurun membuat Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) menetapkannya sebagai jenis “satu langkah menuju kepunahan” (Critically Endangered/CR). Pemerintah sendiri menetapkan burung ini sebagai jenis dilindungi melalui Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Di Flores, salah satu wilayah persebarannya berada di kawasan hutan Mbeliling. Burung Indonesia pada awal 2012 mencatat lima kali perjumpaan dengan jenis ini di Desa Golo Desat, Roe (Cunca Lolos), Golo Damu, dan hutan Puarlolo yang kesemuanya termasuk dalam wilayah Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Di Indonesia, beberapa jenis Nisaetus yang kita kenal selain elang Flores adalah elang jawa (Nisaetus bartelsi), elang wallace (Nisaetus nanus), elang brontok, elang gunung (Nisaetus alboniger), dan elang sulawesi (Nisaetus lanceolatus).

Ciri-ciri

Burung Elang Flores mempunyai ukuran tubuh yang sedang, dengan tubuh dewasa berukuran sekitar 55 cm. pada bagian kepala berbulu putih dan terkadang mempunyai garis-garis berwarna coklat pada bagian mahkota.

Tubuh Elang Flores berwarna coklat kehitam-hitaman. Sedangkan dada dan perut raptor endemik Flores ini ditumbuhi bulu berwarna putih dengan corak tipis berwarna coklat kemerahan. Ekor elang flores berwarna coklat yang memiliki garis gelap sejumlah enam. Sedangkan kaki burung endemik ini berwarna putih.

Mari kita gunakan kesadaran kita untuk menjaga satwa yang secara hukum dilindungi, menjaga dari kepunahan. Namun  masih banyak orang yang tidak peduli atau hanya merusak demi kepentingan Perorangan semata, yang secara langsung berakibatkan pada kepunahan satwa-satwa yang dilindungi tersebut.

Sumber: mongabay.co.id

Lihat Juga

Thumbnails

Komodo – Fakta Unik Tentang Kadal Raksasa Asli Indonesia

Komodo (Varanus Komodoensis) merupakan hewan purbakala yang masih eksis hingga saat ini. Hewan ini adalah yang ...