Home / Tempat Wisata / Keindahan Pulau Satonda dan Danau Purbanya

Keindahan Pulau Satonda dan Danau Purbanya

1945146Sumbawa10780x390

WisataPriangan.co.id – Mungkin tak banyak orang pernah mendengar pulau bernama Satonda. Pulau ini berupa daratan vulkanis yang terbentuk karena letusan gunung api di dasar laut sedalam 1000 meter sejak jutaan tahun lalu. Lokasi pulau yang amat menawan ini berada di Laut Flores dan secara administratif masuk wilayah Desa Nangamiro, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pulau vulkanis Satonda terlihat memesona apabila dipandang dari puncak Gunung Tambora yang letaknya sekira 30 kilometer. Banyak yang mengatakan belum lengkap rasanya mendaki Gunung Tambora apabila tidak menyambangi Pulau Satonda. Kabarnya Pulau Satonda lebih terkenal di kalangan wisatawan mancanegara yang menjadikannya semacam pulau singgah saat menyambangi Taman Nasional Komodo dari Bali atau Lombok. Mereka biasanya singgah untuk menyempatkan snorkeling di sekitar perairan Pulau Satonda yang pesisirnya memiliki hamparan pasir putih memesona.

Satonda adalah destinasi wisata yang menjadi buah bibir para traveler dan fotografer lho. Kenapa? Karena di tengah Pulau Satonda terdapat danau air asin dan terkenal luar biasa indahnya. Beruntung saat ini ada teknologi drone sehingga pengunjung yang membawa drone tersebut bisa memotret sebagian pulau dari udara yang tampak pulau dan danaunya sekaligus.

Yang membuat Pulau Satonda terkenal sampai mancanegara karena dahulu ada dua ilmuwan Eropa, Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak meneliti Danau Satonda pada tahun 1984, 1989 dan 1996. Hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa Satonda adalah fenomena langka karena airnya yang asin dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) sangat tinggi dibandingkan air laut umumnya. Keduanya berpendapat, basin Satonda muncul bersamaan dengan terbentuknya kawah tua yang berumur lebih dari 10.000 tahun lalu. Danau purba di Pulau Satonda ini terbentuk dari letusan Gunung Satonda beribu-ribu tahun lalu. Gunung api Satonda konon berumur lebih tua dari Gunung Tambora, atau tumbuh bersamaan dengan beberapa gunung api parasit yang tersebar di sekeliling Tambora. Danau yang terbentuk di kawah Satonda dulunya terisi air tawar. Letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami mengantar air laut mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga hari ini.

Selain memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari eksotisme alam pegunungan vulkanis dan keberadaan danau air asin di tengahnya, Pulau Satonda juga menyimpan kekayaan terumbu karang di perairan sekitarnya. Pulau Satonda telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan. Hal itu karena potensi alam lautnya memiliki kekayaan terumbu karang. Ada beberapa jenis karang di kawasan sekitar perairan Pulau Satonda, yaitu Acroporidae, Xenia sp, Favidae, Sarcophyton sp, Labophyton sp, Hetractris crispa, Nephtea sp, Capnella sp, Lemnalia sp, dan Astrospicularis sp. Tentunya di karang-karang tersebut hidup pula beragam jenis ikan hias dan makhluk laut lainnya.  Penyu sisik (Eretmochelys imricata) juga kerap terlihat berenang dan mencari makan di sekitar terumbu karang Pulau Satonda. Adapun jenis flora yang menjadi kekayaan laut sekitar pulau vukanis ini adalah ketapang (Terminalia catappa), pandan laut (Pandanus tectorius), beringin (Ficus sp), waru laut (Hibiscus tiliaceus), nyamplung (Calophyllum inophyllum), Mentigi (Pempis sp) dan asam (Tamarindus indica).

Danau Purba Satonda

1606532danauuu1780x390
Danau Purba Satonda Via drone travel.kompas.com

Pulau Satonda yang tak berpenghuni adalah destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi keindahannya. Alam pegunungannya dan keunikan danau air asin serta kekayaan taman bawah lautnya menjadi daya tarik yang seakan tak pernah habis.

Untuk mencapai pulau yang letaknya sekira 3 kilometer dari semenanjung Sanggar di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini, Anda dapat menggunakan perahu cadik bermotor dari desa terdekat, yaitu Desa Nangamiro. Selama perjalanan yang biasanya memakan waktu sekira 1 jam tersebut, jika beruntung Anda akan dapat pula menyaksikan aksi lumba-lumba yang melintasi perairan Laut Flores.

Setibanya di pantai yang terbilang sepi nan cantik dan berpasir putih tersebut, pendakian menuju danau kawah dimulai di kawasan tengah pulau. Jalanan akan mulai menanjak dan mendaki namun pendakian tersebut akan terasa setelah Anda tiba di puncak Gunung Satonda. Pemandangan dari puncaknya adalah kawah berbentuk angka delapan yang memukau. Danau cantik dan unik berwarna hijau tersebut dinamakan Danau Satonda, terhampar tenang di tengah kaldera yang dikepung oleh hijau pepohonan. Kicauan burung yang bertengger di pepohonan tersebut akan pula menjadi musik alam yang menggugah indera pendengaran Anda di tengah keheningan yang dihadirkan sebuah pulau vulkanis tak berpenghuni.

Danau Saonda dari atas bukit via sisidunia.com
Danau Saonda dari atas bukit via sisidunia.com

Setibanya di danau tersebut, berenang tentu menjadi hal yang tak boleh dilewatkan. Cicipi betapa asin air danau yang sama sekali tidak memiliki jalur atau celah yang terhubung dengan laut. Airnya bahkan lebih asin dari air laut. Yang menarik adalah bahwa riak air danau seolah bergerak seiring pasang-surutnya air laut yang mengepung Pulau Satonda itu sendiri. Sungguh suatu fenomena alam yang mengesankan dan karenanya layak dijaga dan dilindungi kelestariannya.

Air asin dari danau dengan kedalaman bervariasi (maksimal 69 meter) tersebut memiliki tingkat keasaman mencapai pH 7,08 – 8,27. Di bawahnya tidak banyak dihuni ikan dan biota air lainnya, hanya ada beberapa jenis ikan berukuran kecil, ikan-ikan ini pun mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Namun begitu, kondisi air asin rupanya adalah media yang tepat bagi alga merah untuk tumbuh subur di karang-karang yang terdapat di permukaan danau.

Danau dengan temperatur air 28,3ºC–39,0ºC ini dianggap memiliki kemiripan dengan kondisi laut zaman purba. Kesimpulan ini didapat berdasarkan hasil penelitian terhadap karang dan fosil alga yang hidup di danau tersebut. Oleh karenanya, tak heran apabila banyak peneliti baik dari dalam maupun luar negeri tertarik untuk mengunjungi danau ini dan melakukan penelitian. Pada 2008, seorang peneliti dari BP Migas dan Universitas Gadjah Mada bahkan menemukan bahwa terumbu karang di Danau Satonda mengandung minyak dan gas bumi. Tapi tentunya kawasan ini tidak boleh menjadi areal penambangan.

via travel.detik.com
pohon yang berbuah batu via travel.detik.com

Di tepian danau, Anda akan melihat pohon yang berbuah batu. Batu-batu tersebut memang sengaja digantungkan oleh wisatawan yang sempat berkunjung ke sana. Karena konon batu-batu yang digantung tersebut mewakili doa dan harapan orang-orang yang dipercaya akan terkabul.

Kegiatan menarik lainnya yang dapat Anda lakukan saat mengunjungi Pulau Satonda adalah snorkeling di perairan sekitar pulau yang tenang nyaris tanpa ombak. Pantai Pulau Satonda adalah pantai berpasir putih dengan dasar perairan yang landai (di bagian timur dan selatan pulau) dan bagian yang curam (di utara dan barat). Pulau Satonda yang telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 ini memang memiliki potensi kekayaan dan keindahan bawah laut.

Sumber: Pesona Indonesia

Lihat Juga

Thumbnails

Air Terjun Tegenungan di Bali Menyediakan Kenyamanan yang Paling Nyaman

WisataPriangan.co.id – Jika Anda sedang berada di bali, dan menginginkan  ketenangan dan dari keramaian dan ...