Home / Dunia / 7 Fakta Menarik Tentang Kanal Panama

7 Fakta Menarik Tentang Kanal Panama

Panama_Canal_Gatun_Locks

WisataPriangan.co.id – Terusan Panama adalah terusan atau kanal yang memotong tanah genting Panama sepanjang 82 km, memotong Amerika Utara dan Amerika Selatan sekaligus menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. Terusan ini dapat memotong waktu tempuh kapal laut karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan yang hampir memakan waktu tempuh/perjalanannya sekitar 8.000 mil .

Rencana pembangunan terusan ini sudah mulai muncul pada tahun 1500-an namun baru dibuka pada 15 Agustus 1914. Walaupun pembangunannya dilanda berbagai masalah seperti penyakit malaria, demam kuning, bencana tanah longsor, dan kekurangan air bahkan banyak pekerja meninggal dalam proyek pembangungan terusan ini. Terusan ini telah membantu 800.000 kapal menyeberang sejak pembukaannya atau 12.000 kapal per tahunnya. Terusan Panama menggunakan sistem kunci untuk mengangkat kapal 85 kaki diatas permukaan laut, merupakan proyek raksasa terbesar pada masa itu.

Cari tahu lebih banyak fakta menarik tentang jalur air ikonik ini, termasuk mengapa ribuan pekerja meninggal selama konstruksi dan bagaimana hal itu sekarang sedang dimodernisasi.

1. Ide untuk Pembuatan sebuah Kanal di Panama berawal pada abad ke-16.

Pada tahun 1513, penjelajah Spanyol Vasco Nunez de Balboa menjadi orang Eropa pertama yang menemukan bahwa Tanah Genting Panama merupakan sebuah jembatan tanah yang tipis memisahkan Samudera Atlantik dan Pasifik. Penemuan Balboa memicu pencarian untuk jalur air alami yang menghubungkan dua samudera. Pada tahun 1534, setelah ada bagian seperti di tanah genting telah ditemukan, Charles V, Kaisar Suci Romawi, memerintahkan seseorang untuk meneliti apakah di daerah tersebut dapat dibangun sebuah kanal atau tidak nya, namun peneliti tersebut mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan kanal kapal tersebut merupakan pekerjaan tidaklah mungkin.

2. Orang-orang di balik Terusan Suez dan Menara Eiffel yang dihukum sehubungan dengan upaya gagal untuk membangun kanal.

Pada abad berikutnya, berbagai negara dianggap telah mengembangkan pembangunan kanal Panama tersebut, tetapi sampai tahun 1880an tidak ada upaya yang serius dalam pembangunan kanal tersebut. Pada tahun 1881, sebuah perusahaan Perancis yang dipimpin oleh Ferdinand de Lesseps, mantan diplomat yang mengembangkan pembuatan Mesir Suez Canal atau Terusan Suez Mesir, mulai menggali sebuah kanal di Panama. Namun proyek itu terganggu oleh perencanaan yang buruk, masalah teknik dan penyakit tropis yang menewaskan ribuan pekerja. De Lesseps bermaksud untuk membangun kanal tersebut tanpa kunci seperti Terusan Suez di Mesir sama rata dengan permukaan laut, tapi proses penggalian terbukti jauh lebih sulit daripada yang yang dipikirkan. Hingga dipanggil seorang perancang menara yang sangat terkenal di Paris yang menyandang namanya, yaitu Gustave Eiffel untuk membuat sistem kunci di kanal tersebut. Namun pada tahun 1889 Perusahaan Perancis yang di pimpim oleh Ferdinand de Lesseps tersebut mengalami kebangrutan. Perusahaan Perancis tersebut sudah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk pembangunan kanal tersebut sekitar lebih dari $260.000.000; dan hasil dari dana tersebut sudah menggali lebih dari 70 juta yard tanah bumi.

Tidak hanya disitu, hancur nya proyek pembuatan kanal tersebut membuat skandal besar di Perancis, De Lesseps dan putranya Charles, bersama dengan Gustave Eiffel dan beberapa eksekutif perusahaan lain, yang didakwa atas tuduhan penipuan dan kesalahan biaya manajemen. Pada tahun 1893, orang-orang itu dinyatakan bersalah, lalu dihukum penjara dan didenda. Setelah skandal itu, Gustave Eiffel pensiun dari bisnis dan mengabdikan dirinya untuk penelitian ilmiah, sedangkan Ferdinand de Lesseps meninggal pada tahun 1994. Pada tahun yang sama, sebuah perusahaan Perancis lainnya yang baru dibentuk untuk mengambil alih aset dari bisnis bangkrut dan meneruskan proyek pembuatan kanal tersebut. Namun, perusahaan kedua ini pun segera meninggalkan upaya melanjutkan pembuatan kanal tersebut.

3. Amerika awalnya ingin membangun sebuah kanal di Nikaragua, bukan di Panama.

Sepanjang tahun 1800an Amerika Serikat mempunyai pandangan lain dan menginginkan pembuatan kanal tersebut yang menghubungkan Samudera Pacific dan Atlantik untuk alasan kepentingan ekonomi dan militer, dan menganggap Nikaragua lokasi yang lebih layak untuk pembuatan kanal tersebut dari pada Panama. Namun Pandangan itu pun berubah berkat upaya Philippe-Jean Bunau-Varilla, seorang insinyur Perancis yang terlibat dalam proyek kanal Perancis kedua tersebut, dengan memberikan riset terhadap Nikaragua bahwa daerah tersebut mempunyai gunung berapi dan itu sangat berbahaya.

Pada tahun 1902 kongres secara resmi membeli aset perancis. Namun pada tahun berikut nya, Kolombia yang merupakan bagian dari Panama menolak pengesahan perjanjian yang memungkinkan Amerika Serikat untuk melanjutkan pembuatan kanal di Panama tersebut. Kemudian dengan dorongan dari Bunau-Varilla dan persetujuan diam-diam dari Presiden Theodore Roosevelt (presiden Amerika Serikat yang ke 26), memberontak terhadap Kolombia dan mengumumkan kemerdekaan Panama. Lalu Menteri Luar Negeri AS John Hay, dan Bunau-Varilla, bertindak sebagai wakil dari pemerintahan sementara Panama, dan menegosiasi kan perjanjian yang memberikan hak Amerika untuk zona lebih dari 500 mil persegi untuk pembangunan kanal tersebut di Panama ini, dan Zona tersebut sepenuhnya sudah bisa dikendalikan selamanya oleh Amerika Serikat. Kemudian Amerika Serikat mengeluarkan dana untuk pembangunan kanal tersebut sekitar $375.000.000; yang termasuk pembayaran $10 juta untuk Panama sebagai kondisi dari perjanjian 1903 , dan $40 juta untuk membeli aset Perancis.

Satu abad setelah Amerika Serikat menyelesaikan Kanal Panama, jalur di Nikaragua tetap kemungkinan untuk pembuatan kanal di daerah tersebut. Hingga pada tahun 2013, sebuah perusahaan Cina mengumumkan telah mencapai kesepakatan $40.000.000.000; dengan pemerintah Nikaragua untuk pembelian hak pembangun jalur air tersebut.

4. Lebih dari 25.000 pekerja meninggal selama proyek pembuatan kanal ini.

Pembangun kanal harus bersaing dengan berbagai rintangan, termasuk medan menantang, cuaca panas, cuaca lembab, hujan deras dan penyakit tropis merajalela. Upaya pembangunan kanal yang di lakukanPerancis sebelumnya telah menyebabkan kematian lebih dari 20.000 pekerja dan sedangkan upaya pembangunan kanal ini di masa Amerika bernasib sedikit lebih baik. Terhitung  antara tahun 1904 dan tahun 1913 sekitar 5.600 pekerja meninggal karena penyakit atau kecelakaan.

Banyak nya kematian sebelumnya di masa pembuatan kanal tersebut oleh Perancis di sebabkan demam kuning dan malaria, penyakit yang menurut kalangan medis pada saat itu diyakini yang disebabkan oleh udara yang buruk dan kondisi kotor. Lalu pada masa Pembuatan oleh Amerika ini tepat nya pada Abad 20 an, para ahli medis lebih baik dari pada sebelumnya dan sudah memahami peran nyamuk sebagai pembawa penyakit ini, sehingga bagi para medis tersebut secara signifikan mengurangi angka kematian terhadap para pekerja kanal tersebut, berkat sejumlah tindakan sanitasi yang termasuk menguras daerah genangan air, sehingga kemungkinan menghapus tempat berkembang biak serangga dan yang terakhir memasang layar jendela di gedung-gedung.

5. Antara 13.000 dan 14.000 kapal menggunakan kanal setiap tahun.

Setelah pembuatan kanal tersebut, sebagian besar yang menggunakannya adalah kapal-kapal dari Amerika, lalu diikuti oleh kapal-kapal dari belahan dunia, yaitu China, Chili, Jepang, Kolombia dan Korea Selatan. Setiap kapal yang melakukan perjalanan melalui kanal harus membayar tol berdasarkan ukuran dan kargo volumenya. Tol untuk kapal terbesar dapat mencapai sekitar $450.000; dan biaya terkecil yang pernah di bayar adalah 36 sen. Setiap tahun nya pendapatan dari biaya kanal ini mencapai $1,8 miliar;.

Perjalanan untuk melewati kanal ini dibutuhkan rata-rata waktu sekitar 8 jam hingga 10 jam. Kapal yang bergerak melalui sistem kunci ini memungkinkan berlayar 85 kaki di atas permukaan laut. Pada tahun 2010, sejak pertama kali dibuka pada tahun 1914 ada sekitar 1.000.000 kapal yang telah melintasi kanal .

6. Pada tahun 1999, Amerika Serikat mengalihkan kendali atas kanal ke Panama.

Pada tahun-tahun setelah kanal dibuka, ketegangan meningkat antara Amerika dan Panama atas penguasaan atau kepemilikan Kanal Panama dan zona kanal Panama tersebut. Di tambah pada tahun 1964 Panama di buat marah setelah penerbangan yang di lakukan Panama di samping bendera Negara mereka dan Amerika serikat dekat zona kanal ini membuat pihak Panama marah besar dan memutuskan diplomatik dengan Amerika Serikat. Pada tahun 1977, Presiden Jimmy Carter ( Presiden Amerika Serikat ke-39)  dan Presiden General Omar Torrijos dari Panama menandatangani perjanjian yang mengalihkan kontrol kanal ke Panama, tetapi memberikan Amerika Serikat hak untuk menggunakan kanal tersebut untuk kepentingan militer upaya mempertahankan Selat Malaka terhadap setiap ancaman terhadap netralitasnya. Meskipun ada penentangan oleh sejumlah politisi yang tidak ingin negara mereka menyerah kewenangannya atas kanal, kemudian pada tahun 1978 Senat AS mensahkan Perjanjian Torrijos-Carter dengan perbedaan kecil. Pengendalian kanal dipindahkan damai ke Panama pada bulan Desember tahun 1999, dan sejak itu Panama telah bertanggung jawab dan mempunyai kuasa penuh terhadap kanal Panama ini.

7. Kanal diperluas untuk menangani megaships.

Pada tahun 2007 kanal ini diperluas dengan proyek sebesar $5250000000; walau masing-masing dam panjangnya 305 m, lebar 33,5 m, suatu ukuran raksasa bagi kebutuhan pada tahun 1914. Tapi ini sudah tidak cocok lagi buat kapal-kapal tanker raksasa maupun kapal-kapal induk atau pengangkut pesawat terbesar AS masa kini. Kapal pesiar “Queen Elizabeth 2″ misalnya, saat melewati kanal, di kedua sisi badan kapal itu masing-masing hanya tinggal selisih 75 cm dari dinding dam. Sedangkan kapal tempur AS “New Jersey” hanya menyisakan ruang tidak sampai 25 cm di kedua sisinya! Tentu saja ini membuat kecut para pemandu kapal, yang harus berada di atas kapal saat pengontrol lokomotif kecil yang menarik kapal-kapal itu memasuki dam lewat rel baja.

Sumber: history.com

Lihat Juga

Thumbnails

10 Hewan Paling Luar Biasa yang Hanya Dapat Ditemukan di Afrika

Dunia dipenuhi dengan beberapa makhluk terhebat yang dikenal manusia, dan sebagian lagi masih menunggu untuk ...