Home / Sejarah / Wisata Candi Mendut – Napak Tilas Budaya Masa Lampau

Wisata Candi Mendut – Napak Tilas Budaya Masa Lampau

candi-mendut-temple
candi Mendut via mustangcorps.com

Objek wisata Candi Mendut menyimpan kisah unik yang cukup menarik. Candi Buddha yang berjarak dekat dengan Candi Borobudur sekitar 3 kilometer ini adalah salah satu destinasi yang banyak dikunjungi oleh para pencinta budaya dan sejarah zaman dulu.

Lihat juga : Candi Borobudur

Berbagai candi yang merupakan peninggalan sejarah adalah bukti kejayaan masa lalu yang tersebar di pelosok nusantara, termasuk di Yogyakarta dan daerah sekitarnya. Salah satu nya Candi Mendut, sejarah nya candi ini dibangun oleh Dinasti Syailendra, yaitu Raja Indra. Bukti sejarah ini dapat dilihat dari Prasasti Kayumwungan yang pernah ditemukan di Karangtengah.

Secara administratif, kawasan wisata Candi Mendut berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Desa Mendut, Kabupaten Magelang. Tetapi pada umumnya, banyak kalangan wisatawan menyebutnya sebagai Candi Mendut Yogyakarta.

Sebagaimana candi-candi kebanyakan, Candi Mendut juga berbentuk persegi empat lengkap dengan hiasan beberapa stupa kecil. Meskipun terletak dalam satu garis lurus, konon Candi Mendut lebih dulu dibangun sebelum Candi Borobudur. Jika Candi Borobudur lurus menghadap matahari terbit, sebaliknya justru pintu Candi Mendut menghadap ke barat.

Bangunan-Candi-Mendut-menghadap-ke-arah-barat
Bangunan Candi Mendut menghadap ke arah barat via mirnarizka.wordpress.com

Bahan bangunan candi sebenarnya adalah batu bata yang ditutupi dengan batu alam. Bangunan ini terletak pada sebuah basement yang tinggi, sehingga tampak lebih anggun dan kokoh. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat-daya. Di atas basement terdapat lorong yang mengelilingi tubuh candi. Atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupa kecil. Jumlah stupa-stupa kecil yang terpasang sekarang adalah 48 buah. Tinggi bangunan adalah 3,7 meter.

Di dalam induk candi terdapat arca Buddha besar berjumlah tiga: yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan (mudra) dharmacakramudra. Di depan arca Buddha terdapat relief berbentuk roda dan diapit sepasang rusa, lambang Buddha. Di sebelah kiri terdapat arca Awalokiteśwara (Padmapāņi) dan sebelah kanan arca Wajrapāņi.

Candi Mendut Kaya Pesan Moral

Dilihat dari kejauhan, Candi Mendut tampak begitu anggun namun sangat kokoh berdiri di atas kaki candi setinggi 3,7 meter. Saat mengitari kaki candi, Anda akan menemukan sejumlah panel relief tentang fabel (cerita binatang), seperti kisah “Burung dan Kura-kura”, “Brahmana dan Kepiting”, juga “Kera dan Burung Manyar”.

Salah-satu-relief-Candi-Mendut
Salah satu relief Candi Mendut via veronikadiahkusumawati.blogspot.com

Hiasan yang terdapat pada candi Mendut berupa hiasan yang berselang-seling. Dihiasi dengan ukiran makhluk-makhluk kahyangan berupa dewata gandarwa dan apsara atau bidadari, dua ekor kera dan seekor garuda.

Sekilas relief-relief tersebut diperuntukkan bagi cerita anak-anak. Tetapi sebenarnya relief-relief ini memberi gambaran kisah Jataka dengan pesan moral yang begitu kental bagi wisatawan yang datang ke Candi Mendut.

Saat naik ke badan candi, maka Anda akan menjumpai 8 relief Bodhisattva dengan beragam sikap tangan. Ukuran relief ini lebih besar dibandingkan dengan panel relief yang ada di Candi Borobudur. Dinding candi dihiasi relief Boddhisatwa di antaranya Awalokiteśwara, Maitreya, Wajrapāṇi dan Manjuśri. Pada dinding tubuh candi terdapat relief kalpataru, dua bidadari, Harītī (seorang yaksiyang bertobat dan lalu mengikuti Buddha) dan Āţawaka.

Saat masuk ke bilik candi, Anda akan mencium aroma wangi bunga bercampur hio di antara 3 buah arca setinggi masing-masing 3 meter. Arca-arca berukuran besar ini adalah arca Dyani Buddha Cakyamuni (Vairocana), arca Budha Avalokitesvara (Lokesvara), dan arca Bodhisatva Vajrapani.

Tiga-archa-Buddha-di-bagian-bilik-Candi-Mendut
Tiga arca Buddha di bagian bilik Candi Mendut via wisatawanalam.blogspot.com

Arca Budha Avalokitesvara tepat berada di tengah dua arca lainnya dengan posisi duduk. Ketiga arca ini dibuat dari batuan utuh dan dipahat sedemikan cermat dan penuh kehati-hatian sehingga terlihat sungguh mengagumkan.

Jalan-menuju-bangunan-Buddhist-Monastery-Mendut
Jalan menuju bangunan Buddhist Monastery Mendut via jacqkie.blogspot.com

Tak jauh dari kompleks Candi Mendut ini, terlihat bangunan Buddhist Monastery yang terbuka untuk umum di mana terdapat kolam berhiaskan bunga-bunga teratai yang bermekaran indah. Pada jalan masuk menuju Buddhist Monastery, terdapat beberapa stupa dengan posisi berjajar. Sungguh sebuah pemandangan yang seolah membawa Anda kembali ke masa di abad ke-12 dimana nuansa sakral dan religius terasa begitu dominan.

Vihara Buddha Mendut

Jika Anda berjalan ke sisi utara kompleks Candi Mendut, Anda akan menemukan Vihara Buddha Mendut. Konon Vihara Buddha ini sebenarnya adalah area biara Katholik, namun pada tahun 1950-an tanah di aera tersebut dibagi-bagikan kepada rakyat. Selanjutnya tanah-tanah rakyat ini dibeli oleh satu yayasan Buddha untuk kemudian dibangun sebuah Vihara di atasnya.

Kompleks-Vihara-Buddha-Mendut
Kompleks Vihara Buddha Mendut via edisusilo.com

Di dalam Vihara Buddha Mendut, terdapat sejumlah patung Buddha, taman, serta tempat beribadah. Beberapa fasilitas yang ada di Vihara ini sebagian adalah sumbangan dari negara Jepang.

Rute Perjalanan ke Candi Mendut

Dari pusat Kota Yogyakarta, Anda dapat menempuh jalan Jogja – Magelang (jalan yang menghubungkan Yogyakarta dan Magelang) agar dapat tiba di kawasan wisata Candi Mendut. Setiba di daerah Mungkid (pertigaan lampu merah), Anda akan menemukan plang penunjuk arah menuju Candi Borobudur. Ikuti saja penunjuk arah tersebut, lalu berbelok kiri dan kemudian jalan lurus sampai Anda menemukan Candi Mendut di bagian kanan jalan.

Perjalanan dari Jogja ke lokasi Candi Mendut ini menempuh jarak sejauh 37 km dengan durasi waktu selama 45 menit.

Sumber: initempatwisata

Lihat Juga

Thumbnails

Air Terjun Tegenungan di Bali Menyediakan Kenyamanan yang Paling Nyaman

WisataPriangan.co.id – Jika Anda sedang berada di bali, dan menginginkan  ketenangan dan dari keramaian dan ...