Home / Dunia / Danau Purba Di Gurun Sahara

Danau Purba Di Gurun Sahara

image

Sebuah danau kuno terbentang sepanjang 350 kilometer di bawah lautan pasir Gurun Sahara.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh pakar geologi, danau tersebut muncul sekitar 250 ribu tahun yang lalu, ditengarai selama periode iklim basah ketika wilayah Gurun Sahara tertutup padang rumput. Ketika pasang, danau kuno itu memiliki luas sekitar 68.200 kilometer persegi. Namun, saat surut danau kuno itu mengering sejak 80 ribu tahun yang lalu.

Melihat luas danau kuno itu dapat
menjelaskan tentang penemuan fosil ikan dari periode akhir interglacial yang ditemukan di Bir Tarfawi, sekitar 400 kilometer barat Sungai Nil.

Fosil ikan juga ditemukan di ujung saluran limpasan Selima Oasis di Sudan sebelah utara. Danau kuno tersebut bukan hanya mencakup wilayah Gurun Sahara, tapi wilayah lainnya.

Pembuktian adanya danau kuno ini di Gurun Sahara terdeteksi di Chad, Sudan dan Libya. Berdasarkan lokasi oasis kuno tersebut, pola migrasi manusia purba bisa dilacak keberadaannya. Beruntung para ahli sejarah terus meneliti mengenai kemunculan danau kuno tersebut, hal itu berimbas pada ilmu pengetahuan yang saat ini semakin maju. Penelitian terbaru berdasarkan dari fosil baru yang digali di Gurun Sahara, dapat dipastikan bahwa lokasi danau kuno itu dulunya berupa rawa-rawa tempat hidup spesies buaya yang tidak biasa. Bahkan, spesies buaya tersebut dianggap cerdas. Kesimpulan ini didapat dari beberapa peneliti yang mempelajari rahang, gigi, dan beberapa fosil buaya yang ditemukan di Gurun Sahara.

Para peneliti spesies buaya telah memberikan nama-nama baru untuk para buaya yang ada di Gurun Sahara tersebut. Nama-nama yang diberikan cukup terdengar aneh, seperti BoarCroc, RatCroc, DogCroc, PancakeCroc, dan DuckCrock. Tidak ada alasan yang jelas diberikan oleh para peneliti dalam pemberian nama-nama tersebut. Yang pasti, para peneliti mengatakan temuan tersebut membantu mengenai pemahaman dan pengetahuan mengenai bagaimana cara spesies buaya bertahan hidup dan menjaga kehidupannya.

Para spesies buaya yang fosilnya ditemukan di Gurun Sahara itu diperkirakan hidup pada zaman Cretaceous, sekitar 145 hingga 65 juta tahun yang lalu. Saat itu, benua-benua yang ada di dunia jaraknya masih sangat berdekatan tidak seperti sekarang. Selain itu, kondisi suhu Bumi masih hangat dan basah dibandingkan dengan kondisi Bumi yang sekarang cenderung panas. Kemampuan para spesies buaya juga dianggap pintar, ini terbukti dari pembagian ekosistem lingkungan yang memengaruhi perbedaan perilaku dan makanan masing-masing spesies buaya. Para buaya itu mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka berada, dalam hal ini Gurun Sahara. Spesies buaya pintar DogCroc dan DuckCrock memiliki otak yang berbeda dengan buaya modern. Kedua buaya asli Gurun Sahara tersebut mungkin memiliki otak yang fungsinya sedikit lebih canggih dikarenakan kegiatan mereka yang aktif berburu di darat. Biasanya, spesies buaya membutuhkan lebih banyak kekuatan otak daripada hanya diam menunggu mangsanya datang. Spesies buaya RatCroc yang juga pernah hidup di danau kuno Gurun Sahara adalah spesies baru yang bernama resmi Araripesuchus rattoides. Jenis buaya ini ditemukan di Maroco, Afrika.

Para buaya ini menggunakan gigi
rahang bagian bawahnya untuk mengunyah
makanan. Spesies buaya yang dianggap paling ganas adalah BoarCroc. Mereka memiliki tiga pasang gigi berbentuk pisau yang digunakan untuk menggigit mangsanya. Misteri danau kuno di Gurun Sahara bekas tempat para spesies buaya masih diteliti hingga sekarang. Para peneliti tetap melakukan penelitian hingga mendapat pengetahuan yang tepat tentang danau kuno itu. Yang jelas, bukti danau tersebut pernah ditempati oleh para spesies buaya sudah dapat dideteksi. Seiring dengan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang, para peneliti berharap bisa meneliti lebih lanjut misteri danau kuno yang berlokasi di Gurun Sahara.

Lihat Juga

Thumbnails

10 Hewan Paling Luar Biasa yang Hanya Dapat Ditemukan di Afrika

Dunia dipenuhi dengan beberapa makhluk terhebat yang dikenal manusia, dan sebagian lagi masih menunggu untuk ...