Home / Ilmu Pengetahuan / Mari Cari tahu Seberapa Sering Gerhana Matahari Total Terjadi

Mari Cari tahu Seberapa Sering Gerhana Matahari Total Terjadi

11-provinsi-ini-siap-siap-nikmati-gerhana-matahari-total-98xKmHPzew

JAKARTA – Hari ini, Indonesia menyaksikan gerhana matahari sempurna yang langka dan baru bisa dilihat lagi pada 375 tahun mendatang. Namun sebenarnya seberapa sering gerhana total terjadi?

Fred Espenak, astrofisikawan dan pengamat otoritas Amerika gerhana, menjawab rata-rata 2,4 gerhana matahari terjadi setiap tahun. Ada empat jenis gerhana, yang semuanya terjadi selama fase bulan baru dalam siklus bulan, ketika lewat di antara Bumi dan Matahari.

“Tentu saja dalam 100 ke 200 tahun kita dapat memprediksi kapan gerhana akan terjadi dalam waktu satu detik”, kata Espenak, “Tetapi pola kejadiannya satu rumit. Mereka terulang seperti pada jadwal waktu musim dalam tahun,” jelasnya.

Dalam gerhana Matahari total, bagian paling gelap akan memberikan bayangan bulan di permukaan Bumi. Jalur bayanan sangat kecil, biasanya 100 sampai 200 kilometer diameter sehingga seseorang akan melihat bulan benar-benar memblokir cahaya Matahari.

“Gerhana matahari total terjadi sekali setiap satu atau dua tahun, tetapi hanya terlihat dari kurang dari setengah persen dari permukaan bumi,” tambahnya.

Soal apakah gerhana akan total, itu tergantung ketika Matahari benar-benar diblokir hanya dengan lingkaran cahaya muncul di sekitarnya, atau annular, ketika bulan muncul lebih kecil dan menampakkan siluet matahari. Ini tergantung pada titik orbit bulan.
“Gerhana total terjadi di sepanjang bagian dari orbit yang disebut perigee bulan, di mana bulan terdekat dengan Bumi. Di ujung lain dari orbit bulan yang disebut apogee, bulan lebih jauh dari Bumi dan muncul lebih kecil dari Matahari,” tutupnya.

Paling langka dari semua adalah gerhana hybrid, kata Espenak. “Orbit Bulan adalah elips jadi jika Anda kebetulan mendapatkan gerhana matahari ketika jarak bulan berubah sedikit lebih kecil dari Matahari ke sedikit lebih besar dari Matahari, apa yang dapat Anda dapatkan adalah jalur gerhana yang dimulai sebagai annular dan berakhir total, atau sebaliknya “.

Gerhana hybrid terakhir adalah pada 2005 dan selanjutnya terlihat dari Amerika, Eropa dan Afrika pada 2013. Espenak mengatakan, frekuensi gerhana tidak berubah dalam ribuan tahun, dan hanya faktor geologi sangat lambat seperti perlambatan sangat bertahap Bumi yang mungkin membuat mereka sulit untuk memprediksi ribuan tahun dari sekarang.

Sumber: OkeZone

Lihat Juga

Thumbnails

Inilah Sembilan Fakta Menarik Gerhana Matahari Total

JAKARTA – Gerhana adalah salah satu fenomena alam yang menarik untuk diobservasi. Menyambut datangnya Gerhana ...