Home / Ilmu Pengetahuan / Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak

halimun-salak-park
Halimun Salak Park (Source : Pesona indonesia)

WisataPriangan.co.id – Taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah merupakan hutan hujan dataran rendah terbesar di Jawa bagian barat yang masih ada sampai saat ini. Bertipe hutan sub-montana dan hutan montana, yang sama dengan Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Kepulauan Seribu, dan Taman Nasional ini berfungsi sebagai wilayah tangkapan air bagi kabupaten-kabupaten di sekelilingnya. Hampir seluruh hutan di taman nasional ini berada di dataran pegunungan, dengan dua puncaknya yang tertinggi adalah Gunung Halimun (1.929 m) dan Gunung Salak (2.211 m), dan beberapa sungai dan air terjun, yang merupakan perlindungan fungsi hidrologis di Kabupaten Bogor, Lebak, dan Sukabumi.

Di hutan seluas 113,357 hektar ini merupakan rumah bagi 23 spesies mamalia, setidaknya dua di antaranya adalah endemik dan terancam punah (yaitu : Siamang dan lutung beruban), dan juga terdapat lebih dari 500 spesies tumbuhan, yang tergolong ke dalam 266 generasi dan 93 suku dan juga sarang bagi 200 spesies burung. Adat Kasepuhan dan masyarakat Sunda lainnya masih tinggal di sekitar taman ini dan sangat bergantung pada sumber daya alamnya.

Kekayaan dan keindahan yang terdapat di kawasan taman nasional ini telah lama menarik perhatian para peneliti, dalam dan luar negeri. Banyak catatan yang berhubungan dengan taman nasional ini telah dibuat, terutama setelah status kawasan ditingkatkan menjadi taman nasional, dan banyak pula yang telah diterbitkan, khususnya semasa masih bernama TN Gunung Halimun.

Wilayah Gunung Halimun telah ditetapkan menjadi hutan lindung semenjak tahun 1924, luasnya pada saat itu hanya 39.941 ha. Kemudian pada 1935 kawasan hutan ini diubah statusnya menjadi Cagar Alam Gunung Halimun, namun status cagar alam ini bertahan hingga tahun 1992, dan lalu di tahun yang sama, tepatnya pada tanggal tanggal 28 Februari 1992, taman ini di tetapkan sebagai Taman Nasional Gunung Halimun dengan luas 40.000 ha. Dan lima tahun kemudian, taman nasional yang baru ini pengelolaannya ‘dititipkan’ kepada Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango yang memang wilayahnya sangat berdekatan. Baru kemudian pada 23 Maret 1997, taman nasional ini memiliki unit pengelolaan yang tersendiri sebagai Balai Taman Nasional Gunung Halimun.

Baca Juga : Taman Nasional Gunung Gede – Pangrango

Pada tahun 2003, kawasan hutan TN Gunung Halimun diperluas, dengan menambah kawasan hutan-hutan dari Gunung Salak, Gunung Endut dan beberapa bidang hutan lain di sekelilingnya, yang semula merupakan kawasan hutan di bawah pengelolaan Perum Perhutani, dan Sebagian besar wilayah yang baru ini, termasuk kawasan hutan Gunung Salak di dalamnya, sebelumnya berstatus hutan lindung. Dengan ini, maka kini namanya berganti menjadi Balai Taman Nasional Gunung Halimun –  Salak, dan luasnya bertambah menjadi 113.357 ha.

Baca Juga : Liburan Seru di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Lihat Juga

Thumbnails

Air Terjun Tegenungan di Bali Menyediakan Kenyamanan yang Paling Nyaman

WisataPriangan.co.id – Jika Anda sedang berada di bali, dan menginginkan  ketenangan dan dari keramaian dan ...