Home / Tempat Wisata / Suguhan Flores yang Masih Asli

Suguhan Flores yang Masih Asli

Potensi kekayaan sumber daya alam menarik ribuan wisatawan dari seluruh dunia untuk berkunjung ke Pulau Flores.

2427681875242c641405b54a8e2fcdd4
Keindahan pakaian adat Flores dengan latar belakang rumah Gendang Tebang di Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. (KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR)

PULAU Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timurkaya akan potensi alamnya. Alam Pulau Flores dari Pulau Lembata sampai di Labuan Bajo menyuguguhkan keindahan yang masih asli.

Potensi kekayaan sumber daya alam menarik ribuan wisatawan dari seluruh dunia untuk berkunjung ke Pulau Flores. Masuknya binatang Komodo menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat di wilayah Manggarai Barat.

Selain binatang Komodo, ada begitu banyak keunggulan-keunggulan potensi pariwisata yang ada di Manggarai Barat. Salah satu daya tarik wisatawan asing dan Nusantara menghabiskanwaktu liburan di Manggarai Barat adalah menikmati matahari terbenam di laut Flores.

Ada banyak tempat yang dapat menikmati senja di wilayah Pulau Flores barat. Mulai di berbagai bukit di sekitar Kota Labuan Bajo, di wilayah pegunungan di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Lembor, Kecamatan Sano Nggoang, Kecamatan Mbeliling, Kecamatan Masang Pacar, dan Kecamatan Kuwus.

Menikmati senja dari Kecamatan Kuwus dapat dinikmati dari Kampung Wajur, Desa Wajur. Untuk di Kecamatan Lembar dapat dinikmati dari Kampung Tebang, Desa Ngancar. Bahkan dari berbagai pegunungan seperti Poco Kuwus dapat menikmati matahari terbenam.

Kali ini KompasTravel sejak Jumat (25/9/2015) sampai Minggu (27/9/2015) berkunjung di Kampung Tebang, Desa Ngancar, Kecamatan Lembor diundang oleh Perhimpunan Petani Lokal Nusa Tenggara Timur yang sedang melaksanakan rembug pangan dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan pangan lokal yang dipusatkan di Kampung Tebang.

Peserta Rembug dan Evaluasi datang dari Kabupaten Rote Ndao, Flores Timur, Kabupaten Ende, Manggarai Barat.Kali ini Panitia lokal mengambil tema “Mari berdaulat Pangan”.

Kampung Tebang berada di lembah antara Poco (gunung) Likang dan Poco Surunumbeng serta berada di tengah-tengah dua Sungai besar, yakni Sungai Wae Ara dan Sungai Wae Lumbur.

Pagi hari peserta Rembug Pangan lokal Nusa Tenggara Timur menikmati keindahan dua gunung di sekitar Kampung Tebang dan pada sore harinya menikmati matahari terbenam di laut Flores Barat. Di Kampung tebang menikmati senja dapat dilihat di celah-celah pohon Cengkeh di belakangRumah Gendang masyarakat Tebang.

Sumber: NatGeo Via BaBe

Lihat Juga

Thumbnails

Air Terjun Tegenungan di Bali Menyediakan Kenyamanan yang Paling Nyaman

WisataPriangan.co.id – Jika Anda sedang berada di bali, dan menginginkan  ketenangan dan dari keramaian dan ...